Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang  mewisuda 329 Santri Tahun ini

Bangkinang – Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang mewisuda 329 santriwan dan santriwati angkatan 67 & 68 tahun 2020 dan 2021 yang telah menamatkan pendidikannya dan menerima ijazah.

“Alhamdulilah pondok pesantren telah menghasilkan orang-orang yang memiliki ilmu agama, intelektual dan pemimpin”, kata Staf Ahli Bupati Kampar Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kampar, Zamzami mewakili Bupati, H. Catur Sugeng Susanto pada acara penyerahan ijazah, Ahad (4/7/2021).

Dia menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai generasi penerus untuk membangun negeri ini yang maju dan sejahtera.

“Kami sangat mengapresiasi terhadap kiprah PP Daarun Nahdha Thawalib Bangkinang dalam mencetak pendidikan di Kabupaten Kampar, telah banyak alumni pondok ini yang menempati posisi strategis baik di dunia pendidikan, pemerintahan maupun swasta”, ujarnya.

Acara itu digelar secara sederhana karena penerapan protokol kesehatan, namun terasa istimewa karena dihadiri oleh Anggota DPR-RI, H. Syahrul Aidi Ma’azat, Wakil Bupati Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar. Selain itu, Ketua Baznas Kampar Purwadi, drm Fakhri mewakili Kementrian Agama Riau, Ketua MUI Kampar Dr. Mawardi, M Saleh dan para wali murid. Masing-masing mereka diberikan kesempatan menyampaikan kata sambutan.

Syahrul Aidi mengatakan bahwa ponpes adalah tempat untuk menempa diri agar mendiri, bukan saja terhadap ilmu agama tapi juga mendidik dalam menghadapi dunia nyata.

“Mari Kita dukung seluruh aktifitas pendidikan terutama pondok pesantren, kami Anggota DPR RI siap bersinergi dalam memajukan Kabupaten Kampar”, kata anggota komisi V ini.

Sementara itu, H. Asmar menyebutkan bahwa dirinya pernah ditempah selama dua tahun ditempa di Ponpes ini pada tahun 1980-1982, “Alhamdulilah kenangan ini tak bisa saya lupakan, ini semua ada hikmahnya, memberikan saya ilmu agama yang sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga”, ujarnya.

Dia bercerita, selama disana mampu menderita, tapi apa yang kita nikmati hasilnya, dari tidak pandai apa-apa, bahasa arab, bahasa inggris, namun dari semua itu kenangan proses belajar dalam membentuk jati diri.

Pimpinan Ponpes ini, H. Rusdi Nur menyampaikan kata perpisahan sekaligus penyerahan siswa kepada orang tua.

Dia menjelaskan, disana ada 1660 santri yang menjadi peserta didik, proses belajar berjalan dengan baik berkat bantuan dan dorongan dari pemerintah setempat, para abituren hingga berkembangnya pondok pesantren sekarang ini.

“Ada dua santri terbaik di masing-masing periode, Muhammad Hebbi Syauqi dari Bangkinang adalah santri terbaik periode 2019/2020 dan periode 2020/2021 diraih oleh Rafiq Aslam dari Bangkinang”, ungkapnya.

Sementara itu Ketua MUI Kampar Dr. Mawardi. M. Saleh lc, MA menyatakan pendidikan pondok memang menerapkan disiplin yang keras, tapi inilah menjadikan para santri mandiri dan pantang menyerah. (http://jaringnasional.net/