DAARUN NAHDHAH, APA KABAR ?

DAARUN NAHDHAH, APA KABAR ?
Kutipan Tulisan Oleh Guru/Senior Abiturent: Mendra Siswanto/Abiturent Angkatan 45 Daarun Nahdhah,
Sempurna tujuh puluh tiga tahun engkau berkiprah membangun umat menjaga negeri,
Begitu banyak abituren abiturenten yang engkau keluarkan dari rahimmu,
Perjuanganmu mencetak ulama penuh rintangan, onak dan duri,
Negeri ini mengagumimu dan kami bangga menjadi keluarga besarmu,
Daarun Nahdhah,
Masihkah ada asrama berkaki empat dan berjenjang yang terbuat dari kayu olahan, dan bisa dipindahkan ke “ulak” dan ke “mudiok,” berdasarkan kesepakatan santri?
Daarun Nahdhah,
Masih adakah etek zurai, etek gadi, etek iyam dan lainnya tempat kami makan ubi, bakwan, godok, gegek dan lontong di pagi hari ?
Daarun Nahdhah,
Masihkah keindahan dan beningnya Batang Kampar melewati perkuburan di Kampuong Macang menjadi tempat mandi, “manyosa,” dan qadha hajat ?
Daarun Nahdhah,
Masihkah Nahwu dan Sharaf dipelajari, sebagai pan unggulan yang menjadi jati diri nomor wahid? Dan Khanidat menjadi standar penentu Najih atau Ghairu Najih ?
Daarun Nahdhah,
Masihkah Matan Alfiah Ibnu Malik dihafal di Kelas, Asrama dan Masjid yang senandungnya membuai merdu?
Daarun Nahdhah,
Masihkah al-Qur’an sebagai Mahfuzhat yang dihapal pada “dinas pagi” dan “dinas sore”, menentukan santri dan santriwati bisa melaju ke darjah lebih tinggi?
Daarun Nahdhah,
Masihkah halaqoh-halaqoh muzakarah pendalaman ilmu, menghidupkan malam-malam penuh ghirah dan himmah?
Daarun Nahdhah,
Masihkah imtihan tiga bulan pada pelajaran pondok menghiasi malam-malam calon abuturent, abiturenten ?
Daarun Nahdhah,
Masihkah santri dan santriwati melaksanakan sholat berjama’ah di Masjid dan Musholla setiap waktu, dalam derajat yang berlipat dua puluh tujuh?
Daarun Nahdhah,
Masihkah mahkamah Buka Barid yang dipimpin Mudir sekali sepekan untuk membaca Rekes dan para “terdakwah” dikenai sanksi rotan dan sanksi lainnya, dihidupkan ?
Daarun Nahdhah,
Masihkah hari Rabu menjadi hari cuti sekolah dan para santri keluar asrama yang ada hajat dan izin, wajib memakai kopiah ?
Daarun Nahdhah,
Masihkah Buya dan Ummi mewarisi ghirah ‘ilmiyyah dan teladan dari Buya Godang, Buya Muhammad Saleh, Buya Ismail Syahid, Buya Bustami Jali, Buya Rasyid, Buya Tami, Buya Fakhruddin, Buya Darwis Salim, Buya Jamaluddin, Umi Nuraini, Buya Syahrizul Nur, Buya Bali Nasution, Buya Said Qosim, Buya Samsul Bahri, Umi Ani Fudhlah, Buya Syukran Annuriyasi, dan Buya-Umi lainnya ?
Daarun Nahdhah,
Masihkah terlahir abiturent-abiturentent seperti Prof. Amir Luthfi, Prof. Muhammad Nazir Karim, Prof. Munzir Hitami, H. Nasir Nur, Prof. Ilyas Husti, Azwir Muin Domo, Prof. Muhmidayeli, Prof. Akbarizan Fasih, Dr. Mawardi Saleh, Dr. Dasman Ma’ali , Dr. Nelly Yusra, Dr. Helmi Basri, Dr. Ahmad Zikri, Dr. Erizal Abdullah , H. Rusydi Nur dan yang lainnya sebagai panutan bagi kami dalam perilku dan malakah ilmu?
Darun Nahdhah, Apa Kabar ?
Semoga Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang tak berhenti
Senantiasa aktif membina umat dan anak negeri
Yang kini sudah melewati usia tujuh puluh tiga tahun,
Teruskanlah melanjutkan cita-cita “Buya Godang” H. Muhammad Nur Mahyuddin, Buya Syahrizul Nur, dan seluruh Pimpinan
Semoga dalam lindungan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala
Daarun Nahdhah,
Kami Rindu Pada-mu…
Selamat Milad Ke-73 Pesantrenku
Ponpes Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang
18 Agustus 1948 – 18 Agustus 2021
Bangkinang, 18 Agustus 2021 M/09 Muharram 1443 H